Napi Kabur, KAI Malut Desak Petugas Lapas Dievaluasi

Tandaseru — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Maluku Utara menyesalkan kelalaian petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate. Kelalaian itu menyebabkan narapidana narkotika bernama Akhmad Dzulkarnain melarikan diri dari Lapas.

Sekretaris DPD KAI Provinsi Maluku Utara Roslan mengatakan, jika napi diizinkan keluar Lapas dengan alasan tertentu maka napi tersebut harus dikawal ketat petugas Lapas dan kepolisian. Hal ini guna memastikan napi tersebut tidak melarikan diri atau bahkan mengulangi perbuatan pidananya.

“Dengan adanya kejadian ini, menurut kami menunjukkan bahwa pengawalan yang dilakukan kurang maksimal sehingga napi tersebut mendapat kesempatan melarikan diri,”bucap Roslan kepada tandaseru.com, Kamis (10/3).

Roslan menambahkan, KAI minta Kepala Lapas Ternate dan Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Malut untuk segera memanggil dan memeriksa petugas yang piket atau yang melakukan pengawalan saat kejadian kaburnya narapidana. Hal ini penting agar dapat diketahui penyebab narapidana tersebut sampai bisa kabur.

“Jika nanti ditemukan ada oknum petugas yang turut serta membantu atau ada kelalaian oknum petugas yang melakukan pengawalan sehingga narapidana ini bisa melarikan diri, maka oknum petugas yang melalaikan tugasnya ini harus ditindak tegas karena perbuatan tersebut jelas sudah bertentangan dengan aturan hukum,” tegasnya.

Roslan juga mengimbau agar napi tersebut segera menyerahkan diri. Bagi warga yang melihat napi itu juga diminta segera melaporkan ke pihak kepolisian atau Lapas agar dapat dikembalikan ke Lapas dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sekadar diketahui, Akhmad Dzulkarnain yang merupakan pecatan polisi itu kabur usai diizinkan menjenguk orangtuanya yang sakit. Ia sebelumnya divonis hukuman 6 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *